Kesesat Di Hutan

Kesesat Di Hutan

“Liburan sebentar lagi nih, gak terdapat niatan bikin pergi nih?” Tanya Nanda
“Kuy lah ke bogor ke lokasi tinggal nenek gua mumpung di sono sepi” jawabku.
“gua sih inginkan aja, gimana si Ilhamnya aja”
“Kuy lah, kapan lagi liburan bebas dari orangtua” jawab Ilham.
“oke siap, tapi biaya masing masing yah” jawabku
“Woles aja tersebut mah” jawab Nanda
“Oke lah, jadi nih” jawab Ilham.
“siiip, jadi terus” jawabku

Kami berencana liburan di bogor ke lokasi tinggal nenekku. Yah, walaupun deket namun pemandangannya bagus dan yang penting dapat bebas dari masalah apapun.
Kami menyimpan uang dari kini untuk tidak terlampau membebankan orangtua kami. Uang jajan kami tidak jarang kali disisihkan 10 ribu per hari supaya pas liburan tidak butuh meminta duit ke orangtua.

“gak kerasa yah kelak udah liburan” Tanya Ilham
“iya, lu seluruh udah siapin baju blom?” jawabku
“blom nih, ya udah gua siapin baju dulu ya” jawab nanda
“oke, gua pun mau siapin baju nih bikin besok” jawab Ilham
“ohh, ya udah kalo gua sih bermukim nyari tas doang” jawabku
“Gak nanya” balas nanda
“bodo amat” jawabku

Dan malam juga tiba, aku tiba-tiba tidak dapat tidur. Aku memikirkan bagaimana liburan kelak apakah mengasyikkan atau membosankan. “ahh gak usah dipikirinlah mendingan gua tidur” gumamku dan aku juga tertidur.

Akhirnya pagi tiba, aku sarapan masakan ibuku kemudian mandi lantas pakai baju dan jaket. Aku pamitan dengan orangtuaku sebab teman-temanku telah menungguku di terminal.

Saat dalam perjalanan, aku menghadap jendela sebab pemandangannya bagus. Aku selalu berkelakar dengan temanku ketika di bus. dan bus yang kami tumpangi mogok dan kami terbit sebentar untuk menggali udara sebab di dalam paling panas.
Tiba mendarat aku kebelet buang air kecil dan menggali pepohonan yang terdapat di sekitar, lantas temanku pun mau buang air kecil sampai kami bertiga menggali pepohonan yang jauh dari bus.

Saat sudah berlalu kami berjalan mengarah ke bus, namun kami tidak menyaksikan bus dan jalan tol. Kami terus berlangsung dan mengekor jejak kami sendiri ketika mau buang air. Sudah 10 menit kami berjalan mengekor jejak kaki kami namun kami tetap tidak menyaksikan bus situ.

“ehh lu ngerasa gak, kalo anda cuma muter-muter doang di dekat sini?” Tanya nanda
“iya pun sih dari tadi anda jalan kaga ngeliat bus dan jalan tol” jawabku
“apa barangkali kita dikerjain sama penunggu di lokasi ini?” Tanya Ilham
“gua gak percaya sama urusan kaya gitu” jawab nanda
“tapi barangkali aja sih soalnya dari tadi anda jalan lurus kedepan kaga ngeliat bus” jawabku
“jadi apa yang anda lakuin soaalnya ini hutan” jawab nanda
“ya udah tidak boleh pada panik, anda jalan lagi aja ke depan siapa tau nemu tuh bus” jawab ilham

Kami bertiga berlangsung menyusuri hutan dengan ditemani nyamuk dan barangkali seekor ular. Sekitar 1 jam berlangsung kami sudah keletihan dan beristirahat di bawah pohon beringin sebab cahaya matahari terhalang oleh daun. Tiba-tiba tanpa tersadar kami juga tertidur.

Aku tiba-tiba bangun dengan terkejut sebab seperti terdapat yang menjilat telapak kakiku, dan ternyata melulu anjing kecil. Aku bingung mengapa ada anjing di hutan. Aku juga tersadar bahwa matahari telah digantikan bulan purnama. Aku membangkitkan teman-temanku dan bingung menyaksikan anjing di hadapannya.

Anjing tersebut terus menggonggong tanpa henti. Saat kami simaklah lama-lama anjing tersebut semakin membesar dan yang awalnya imut jadi buas. Kami melulu diam tak berdaya dan tiba-tiba hadir siluet hitam dibelakang anjing itu.
Kami agak tidak banyak tenang sebab ada orang terpencil yang menolong kami. Tiba-tiba siluet hitam tersebut menghilang dan di belakangku laksana ada orang yang menajamkan pisau tepat di belakangku, sebenarnya teman-temanku terdapat di sampingku.
“1.. 2.. 3 lari!!!” teriakku

Kami berlari ke segala arah guna menghindari orang tersebut tanpa memikirkan barang bawaan kami. Kami berhenti dan sepakat guna melawan orang itu. Kami memungut apapun yang terdapat di tanah, kayu, balok apapun tersebut untuk menghajar orang itu.

Kami menghajar orang tersebut dengan segala keterampilan kami, namun dia lebih powerful dari kami. Kulihat inspirasi sudah keletihan dan tiba-tiba orang tersebut menusuk inspirasi tepat di dadanya. Nanda yang tadinya konsentrasi sekarang tidak konsentrasi karena inspirasi mati di hadapannya. Dan nanda juga mati tertusuk pisau tepat di matanya.

Aku sedih ketika kedua temanku mati sebab orang itu. aku juga melawannya dengan tenaga yang tersisa, dia membidik perutku lantas aku tahan dengan tanganku. Sial kena lenganku akupun bersandar di pohon dan orang tersebut mengayunkan pisaunya yang siap dilempar. Aku terdiam seraya menangis dan pisaunya melesat tepat di mataku.

Tiba-tiba aku terjatuh dari kasurku dan aku lantas demam. Aku pergi ke dapur memungut minum dan mengechat temanku supaya tidak jadi liburan sebab aku demam. syukurlah itu melulu mimpi, Mungkin sebab aku belom menyimak doa tidur ketika mau tidur. Tanpa sadar aku menikmati sakit di lengan kananku dan menyaksikan goresan laksana terkena pisau.                       

Posting Komentar

0 Komentar